Pastikan situs kami semakin bermanfaat setiap kali Anda datang berkunjung dengan mengaktifkan cookie sehingga kami bisa mengingat perincian seperti bahasa pilihan Anda, demi meningkatkan pengalaman jelajah Anda. Oke

Singapura semakin memperkuat pertahanan terhadap COVID-19 (Coronavirus Disease). Untuk informasi lebih lanjut, klik di sini. Singapore Tourism Board meningkatkan tindakan pencegahan untuk keamanan dan kebaikan Anda. Kami mendorong Anda untuk menggunakan e-services kami untuk mengurangi waktu yang digunakan di ruang publik.

Little India

Little India benar-benar menjadi distrik historis paling semarak di Singapura. Dulunya, lubang penambangan batu kapur, tungku pembakaran batu bata, dan jalur berkuda menghiasi lingkungan ini, serta jalanannya diramaikan oleh penggembala, pedagang, dan pengrajin rangkaian bunga yang menjajakan dagangan mereka.

Hingga sekarang, kawasan ini tetap melestarikan keunikan warisan budaya India. Distrik ini merupakan perpaduan menawan antara nuansa kuno dan modern, dengan seni jalanan kontemporer dan kafe trendi yang berdampingan dengan kuil tua serta vendor yang menjajakan rempah-rempah, kain sutra, dan bebungaan nan menggoda.

Telusuri jalanannya bersama kami dan temukan aneka pesona kawasan berumur dua abad ini.

Seluruh lokasi berdekatan dengan stasiun MRT Little India
Seluruh lokasi berdekatan dengan stasiun MRT Little India
1. Selami budayanya
Kain sari dipajang di sepanjang gang di Tekka Centre

Kuil Sri Veeramakaliamman

Mulai petualangan Anda di Little India lebih awal dengan mengunjungi 1 Kuil Sri Veeramakaliamman saat pagi.

Dibangun oleh penduduk awal dari India yang tinggal di distrik Serangon selama abad ke-19, kuil pemujaan nan cantik ini diperuntukkan bagi dewi Kali yang bengis, serta sangat pas untuk memperdalam pemahaman Anda tentang Hinduisme.

Fasad penuh warna dari bekas hunian Tan Teng Niah

Bekas hunian Tan Teng Niah

Setelah puas menyelami budaya, berjalanlah saat pagi hari ke bekas hunian 2 Tan Teng Niah. Bungalow dua tingkat penuh warna ini dulunya dimiliki oleh pebisnis Tionghoa kaya raya yang mempunyai pabrik permen di lingkungan ini. Bangunan ini wajib disambangi penggemar sejarah yang ingin mengagumi perpaduan gaya arsitektur Eropa dan Tiongkok.

Tujuan wisata alternatif: Tekka Centre

Untuk mengisi perut yang kosong sebelum mengunjungi Sri Veeramkaliamman Temple, mampirlah ke 3 Tekka Centre untuk sarapan lebih awal. Gerai kaki lima di sini menjual berbagai hidangan utama India, termasuk naan (roti pipih berlapis yang dipanggang dalam oven) dan vadai (donat goreng gurih khas India).

2. Manjakan indra perasa Anda
Sepiring thosai dengan sajian pendamping

The Banana Leaf Apolo

Untuk santap siang, cicipi hidangan tradisional India beralaskan daun pisang di tempat bersantap tradisional ini. Didirikan pada 1974, 4 The Banana Leaf Apolo begitu tersohor di kalangan warga setempat, dan terkenal untuk kari kepala ikan dan ayam pedas bumbu masala buatan mereka.

Little India Arcade

Bakar santapan mengenyangkan Anda dengan menyusuri jalanan 5 Little India Arcade. Emporium dalam ruangan nan meriah ini riuh dengan aneka pemandangan, suara, dan aroma, dengan penjual yang menjajakan segalanya, mulai suvenir hingga permadani dan camilan manis.

Tampilan eksterior Jothi Store and Flower Shop dengan pengunjung yang berdiri di sepanjang koridornya

Jothi Store & Flower Shop

Jangan tertipu oleh namanya—meskipun 6 Jothi Store & Flower Shop dulunya menjual bunga dan rangkaian bunga untuk acara keagamaan, toko ini sekarang menjual beragam jenis suvenir dan pernak-pernik. Patung keagamaan, dupa, dan gelang penuh warna hanyalah sekelumit harta karun yang pasti menarik perhatian pencinta budaya.

Untuk pencinta makanan vegetarian: Komala Vilas

Apabila Anda seorang vegetarian atau tidak mengonsumsi daging karena alasan keagamaan, 7 Komala Vilas adalah alternatif hebat untuk Banana Leaf Apolo. Gerai populer ini telah berdiri sejak 1947, serta menyajikan hidangan dari India Utara dan Selatan.

3. Melusuri sejarah
Pengunjung melihat pameran di Indian Heritage Centre

Indian Heritage Centre

Komunitas India dan Asia Selatan di Singapura memiliki sejarah panjang yang berhubungan erat dengan negeri kami. Perluas wawasan Anda mengenai sisi budaya Singapura ini dengan beragam acara, pameran, dan tur berpemandu di 8 Indian Heritage Centre.

Masjid Abdul Gaffoor

Selanjutnya, susuri Campbell Lane hingga Anda melihat 9 Masjid Abdul Gaffoor. Dinobatkan sebagai monumen nasional pada 1979, masjid ini adalah salah satu masjid tertua di Singapura yang telah berdiri sejak tahun 1800-an.

Perpaduan budaya Singapura begitu kentara di tempat beribadah ini, yang memadukan motif klasik khas Barat, seperti pilar Corinthian, dengan arsitektur dan dekorasi kaligrafi Saracen yang menghias masjid ini.

Tujuan wisata alternatif: Mural @ 2 Dickson Road

Apabila seni jalanan menjadi kegemaran Anda, ambillah jalan memutar dari Abdul Gaffoor Mosque ke 10 2 Dickson Road. Mural bebungaan nan mencolok karya duo seniman sobandwine menghiasi dinding di sini, dan sangat sempurna sebagai latar belakang #OOTD Anda.

4. Temukan hal baru dan trendi
Produk kain di Onlewo

Onlewo

Selain tradisi dan warisannya, evolusi Little India juga begitu kentara pada berbagai bisnis semarak yang akan Anda jumpai selagi menyusuri distrik ini.

Salah satunya ialah 11 Onlewo, toko desain yang memungkinkan Anda membawa pulang sekelumit memori dari kota kami. Di sini, Anda akan menemukan beragam kain, perabotan rumah, dan hadiah, serta banyak desain dari gerai ini yang terilhami oleh lingkungan ikonis Singapura ini.

Roti kirai beef ribs sajian The Malayan Council

The Malayan Council

Untuk rehat pada tengah hari, mampirlah ke 12 The Malayan Council di Dunlop Street. Tempat bersantap kegemaran warga setempat ini menyajikan hidangan Barat yang terilhami oleh cita rasa Singapura, seperti iga sapi dengan roti kirai(panekuk jala) dan pasta dengan daging bebek dan cabai padi (cabai rawit).

Jika Anda masih kenyang setelah bersantap siang, kami menyarankan untuk mencicipi kue lezat buatan mereka yang terinspirasi dari cita rasa lokal dan regional, seperti durian dan ondeh ondeh (bola ketan berisi gula palem yang ditaburi kelapa parut).

Tujuan wisata alternatif: Mural @ Dunlop Street

Tengah mencari feed baru untuk Instagram Anda? Lebih banyak seni jalanan menanti Anda di dekat sini. Alive@Clive dapat ditemukan di sepanjang dinding 13 Haniffa. Karya seni dinamis ini menampilkan penari tradisional India dengan latar belakang penuh warna, yang pasti akan menyemarakkan hari Anda.

Apabila Anda ingin berburu suvenir, Haniffa adalah tempat yang tepat untuk membeli sari (pakaian wanita tradisional India) dan kain tradisional untuk dibawa pulang.

 

Lihat Juga