Peranakan Museum di Singapura konon memiliki koleksi terbaik artefak Peranakan.

Pemberitahuan: Peranakan Museum sedang mengalami restorasi ulang dan akan ditutup untuk umum mulai dari 1 April 2019. Untuk informasi selengkapnya, kunjungi di sini.

Sangat pantas dikatakan bahwa Peranakan Museum adalah destinasi yng wajib dikunjungi untuk meihat budaya dan warisan peranakan. Peranakan Museum di Singapura konon memiliki koleksi terbaik artefak Peranakan - seperti perhiasan, perabotan rumah tangga, dan tekstil - di 10 galeri permanen di lebih dari tiga lantai.

Pameran yang ditangani khusus
Sejarah dan budaya peranakan dihidupkan kembali di tempat ini melalui pameran interaktif dan multimedia.

Berbagai aspek dari budaya peranakan Asia Tenggara - dari berbagai elemen seperti Tionghoa, Melayu, dan India - hidup kembali di tempat ini melalui pameran interaktif dan multimedia.

Yang juga menjadi sorotan adalah 12-hari pernikahan Peranakan yang rumit, cerita Peranakan yang menonjol dalam sejarah Singapura dan bagaimana Peranakan saat ini telah berkembang dengan budaya mereka.

Warisan yang kaya

Pada akhirnya, warisan mereka adalah adaptasi cerita. 'Peranakan' berarti istilah 'lahir di sini' dalam bahasa Melayu, dan mengacu pada keturunan pedagang asing yang menikah dengan wanita lokal di Asia Tenggara berabad-abad yang lalu.

Masyarakat Peranakan Singapura sebagian besar adalah Tionghoa Peranakan, keturunan pedagang Tionghoa yang menetap di pelabuhan Penang dan Singapura yang sibuk di abad ke-19.

Bangunan neoklasik yang dilestarikan

Peranakan Museum ini bertempat di sebuah sekolah tua yang yang masih terlihat baik. Bekas Tao Nan School, sekarang National Monument, dibangun pada tahun 1912 dan merupakan sekolah Hokian modern yang dibangun di Negeri-negeri Selat.

Fakta yang jarang diketahui: Tata letak bangunan berdasarkan bungalow Negeri-Negeri Selat, di mana kamar duduk di sekitar aula tengah sementara toilet dan dapur berada di luar bangunan utama.