Temui 
Subaraj

Konservasionis Singapura

Banyak suaka alam di Singapura ada berkat usaha keras dari sedikit orang seperti Subaraj Rajathurai: Pencinta alam otodidak, konservasionis penuh semangat, dan pemandu eko-wisata berpengalaman. Selama lebih dari 35 tahun, dia berkampanye secara damai di belakang layar untuk mempertahankan sejumlah ekosistem tercinta di Singapura. Tahun 1987, dia bersama tiga orang lainnya membuat draft proposal untuk menyelamatkan Sungei Buloh, hutan bakau di barat laut Singapura yang direncanakan untuk pembangunan ulang bagi pemerintah. Berkat kegigihan mereka, hutan bakau tersebut dinyatakan sebagai taman alami enam tahun kemudian. Tahun 1992, Subaraj juga turut serta dalam tim penelitian yang bertanggung jawab untuk menyelamatkan 123,8 hektar hutan di Lower Peirce Reservoir.

Cinta sehidup
semati pada alam

“Anda dapat menghabiskan lima kali kehidupan menjelajahi alam, dan tetap saja ada begitu banyak yang masih harus dipelajari,” ungkap Subaraj, yang jatuh cinta pada hutan hujan di usia 18, saat mengunjungi Bukit Timah Reserve. Perpaduan lanksap urban dan ekosistem tersembunyi di Singapura membuatnya terus melawan urbanisasi yang merajalela: “Di Singapura, Anda hanya memerlukan waktu 20 menit untuk mencapai hutan hujan dari hotel bintang lima Anda.” Dia yakin Singapura adalah pintu masuk ke Asia, sama yakinnya “negara ini adalah pintu[masuk] untuk alam.”

Subaraj
menghentak bumi

Dari jalur lintas alam hingga lokasi berkemah yang mendorong kampanye eko-konservasi, Subaraj mengundang Anda untuk menyaksikan Singapura melalui mata para pencinta alam.

Pulau suaka terselamatkan

Meskipun berjasa dalam menyelamatkan konservasi Chek Jawa, Subaraj berterima kasih kepada masyarakat karena menyelamatkan 100 hektar hutan bakau di ujung tenggara Pulau Ubin. “Para menteri berkunjung ke sana, dan melihat ada 700 orang sedang menyaksikan kehidupan bahari,” katanya. “Mereka tidak dapat menyangkal pentingnya pulau tersebut,”

Konservasi sebagai pendorongnya

Subaraj memiliki memori indah mengenai Casuarina Curry yang begitu dicintai, yang memberikan dorongan salah satu kampanye kelestarian kehidupan satwa liar. Roti prata (roti pipih asal India Selatan) Casuarina adalah yang terbaik,” ujarnya penuh antusias. “Itu adalah mata air kami selama perjuangan kami demi Lower Peirce.”

Kelas luar ruangan

Pendidik gigih dan naturalis otodidak, Subaraj sering mengadakan eko-wisata di Sungei Buloh, hutan bakau seluas 87 hektar, dan menjadi wilayah perhentian sementara bagi kawanan burung yang bermigrasi. “Anda menjadi bertanggung jawab terhadap alam begitu Anda mengunjunginya,” ujarnya. “[Sungei Buloh] adalah kelas luar ruangan nan cantik.”

The Southern Ridges

The Southern Ridges merupakan istilah yang saya gunakan karena saya ingin mengadakan tur di sana,” Subaraj membagikan rute lintas alam 10 kilometer dan wilayah untuk menyaksikan burung. Dia merekomendasikan untuk memulai perjalanan di National University of Singapore, arahkan perjalanan Anda ke Telok Blangah dan Mount Faber, dan akhiri di HarborFront Centre.